OJK itu apa sih sebenarnya? Artikel ini akan mengulas tuntas tentang apa itu OJK.
Bagi yang pernah meminjam uang secara online via fintech lending (P2P Lending, PayLater, Crowdfunding), dan atau KTA (Kredit Tanpa Agunan) melalui bank, hampir pasti pernah membaca tentang OJK (Otoritas Jasa Keuangan), karena penyedia jasa pinjaman online legal, selalu mencantumkan “berizin OJK” pada platform-nya.
Namun, bisa jadi OJK itu apa sebenarnya, belum tentu dipahami oleh borrower atau debitur tersebut. So, mari kita kulik OJK itu apa sih…
Faktor Pemicu Eksisnya OJK
Agar pemahaman OJK itu apa menjadi utuh, ada baiknya mengetahui sejumlah faktor yang menjadi pemicu eksisnya OJK, yaitu:
Krisis Moneter 1997-1998
Krisis moneter (krismon) ini mengungkap kelemahan dalam sistem pengawasan sektor jasa keuangan di Indonesia kala itu.
Saat itu, pengawasan perbankan berada di bawah Bank Indonesia (BI), sementara pasar modal dan lembaga keuangan non-bank diawasi oleh Kementerian Keuangan.
Pada saat yang sama, terjadi ketidaksinkronan kewenangan, serta kurangnya koordinasi antar lembaga, yang memperumit upaya penanganan krismon.
Perkembangan Pesat Sektor Jasa Keuangan
Sektor keuangan Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dan semakin kompleks; dimulai sejak adanya deregulasi 1980-an, krismon 1997-1998, pasca reformasi (1998-2000-an), dan era 2000-an hingga hari ini.
Lompatan kemajuan teknologi keuangan yang kemudian dikenal dengan Fintech, memunculkan produk dan layanan keuangan baru. Ini membutuhkan pengawasan menyeluruh, regulatif, profesional, berkesinambungan, dan adaptif dengan teknologi keuangan termutakhir.
Jadi, kala itu sistem monitoring yang lama dianggap tidak lagi memadai.
Tuntutan Masyarakat akan Tata Kelola yang Transparan
Masyarakat semakin cerdas keuangan dan teknologi terkait itu. Karenanya, tuntutan akan tata kelola yang transparan dan akuntabel di sektor jasa keuangan, menjadi keniscayaan.
Terkait itu, urgensi adanya lembaga pengawas independen yang baru, dan bebas dari intervensi manapun, dipandang sangat vital.
Mencontoh Praktik Internasional
Lahirnya OJK pada 2011, merupakan upaya mewujudkan contoh sukses yang telah diperoleh dunia internasional.
Sejumlah negara telah lebih dulu merasakan manfaat adanya pengawas tunggal dan independen dalam sektor jasa keuangan, seperti: Singapura dengan MAS (Monetary Authority of Singapore), yang dibentuk pada tahun 1971; Korea Selatan dengan FSS (Financial Supervisory Service), yang eksis pada tahun 1999; dan Kanada dengan OSFI (Office of the Superintendent of Financial Institutions), yang didirikan pada tahun 1987.
Mencegah Krismon dan Melindungi Konsumen
Salah satu tujuan eksisnya OJK itu adalah menciptakan sistem pengawasan yang lebih efisien dan terintegrasi alias satu pintu. Sistem ini diharapkan mampu mencegah krisis keuangan jilid dua datang lagi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan melindungi konsumen.
Singkatnya, OJK hadir sebagai respons atas kebutuhan akan lembaga pengawas yang modern, terpadu, dan mandiri guna menghadapi dinamika serta tantangan di sektor jasa keuangan Indonesia yang terus berkembang.
Kapan OJK Dibentuk?
OJK adalah lembaga pengawas sektor jasa keuangan yang dibentuk di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011.
Tujuan Utama Berdirinya OJK

Tujuan utama berdirinya OJK, berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, yakni:
1. Menciptakan Sistem Keuangan yang Tertib, Adil, Transparan, dan Akuntabel
OJK bertugas mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan agar berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
2. Melindungi Konsumen dan Masyarakat
Memberikan perlindungan kepada konsumen jasa keuangan dari praktik-praktik yang merugikan, seperti penipuan, penyalahgunaan data, atau informasi yang menyesatkan.
Meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih memahami produk dan layanan keuangan.
3. Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan
Memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil dan mampu menghadapi risiko krisis.
Mengintegrasikan pengawasan di berbagai sektor keuangan (perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank) untuk mencegah kerugian sistemik.
4. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Mendorong sektor jasa keuangan menjadi lebih efisien dan kompetitif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Memastikan akses keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal.
Fungsi OJK itu Apa Sih?

Fungsi OJK itu adalah:
Pengaturan
Menyusun regulasi untuk sektor jasa keuangan (perbankan, pasar modal, dan IKNB).
Pengawasan
Memastikan pelaku sektor keuangan mematuhi aturan yang berlaku.
Perlindungan Konsumen
Memberikan perlindungan melalui edukasi dan literasi, pengawasan, dan penanganan pengaduan.
Stabilitas Keuangan
Mencegah resiko sistemik dan menjaga stabilitas sektor keuangan.
Wewenang OJK itu Apa?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, wewenang OJK itu di antaranya:
1. Pengaturan
– Menyusun regulasi untuk perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB).
– Menerbitkan peraturan terkait tata kelola, produk, atau aktivitas di sektor jasa keuangan.
2. Pengawasan
– Melakukan pengawasan langsung atau tidak langsung terhadap lembaga keuangan.
– Meminta laporan keuangan, data, atau informasi lain dari pelaku usaha jasa keuangan.
– Melakukan pemeriksaan, baik secara rutin maupun mendadak.
3. Pemberian Izin
– Memberikan izin usaha kepada lembaga jasa keuangan, seperti bank, perusahaan asuransi, atau sekuritas.
– Memberikan persetujuan untuk produk keuangan baru atau aksi korporasi tertentu.
4. Penegakan Hukum
– Memberikan sanksi administratif kepada pelanggar aturan.
– Membekukan atau mencabut izin usaha lembaga jasa keuangan yang melanggar ketentuan.
– Melakukan investigasi terhadap tindakan yang merugikan konsumen atau sistem keuangan.
5. Perlindungan Konsumen
– Menyediakan layanan pengaduan konsumen terkait sengketa dengan lembaga keuangan.
– Memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan.
6. Kewenangan Lain
– Berkoordinasi dengan BI, Kementerian Keuangan, dan lembaga lain terkait stabilitas keuangan.
– Mengawasi implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di sektor jasa keuangan.
Wewenang tersebut memberi OJK kemampuan untuk bertindak secara mandiri dalam menjaga stabilitas keuangan, melindungi hak-hak konsumen, dan mendukung perkembangan ekonomi.
Independensi OJK
OJK merupakan lembaga yang berdiri secara mandiri dan tidak terpengaruh oleh intervensi pihak manapun. Hal ini memastikan bahwa OJK dapat melaksanakan tugasnya dengan obyektivitas dan profesionalisme.
Hubungan OJK dan BAPPEBTI
Eksistensi OJK, kadang masih disamakan dengan peran BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Nah, adakah hubungan antara keduanya?
Hubungan antara OJK dan BAPPEBTI merupakan hubungan koordinasi dan pembagian tugas dalam pengawasan sektor keuangan dan perdagangan berjangka.
OJK itu mengawasi lembaga keuangan seperti bank, pasar modal, asuransi, dan fintech, sedangkan BAPPEBTI mengawasi perdagangan berjangka komoditi, termasuk di dalamnya kontrak berjangka, aset kripto (di bawah pengaturan perdagangan), dan pasar derivatif (Futures atau kontrak berjangka, Options, dan Swaps).
Adapun titik kolaborasi kedua lembaga ini, menjadi terang dalam hal aset kripto misalnya;BAPPEBTI mengatur perdagangan aset kripto sebagai komoditi, sementara OJK mengawasi jika kripto digunakan dalam layanan keuangan atau investasi di sektor pasar modal.
Kolaborasi keduanya juga dalam hal “Perlindungan Konsumen”. Keduanya bekerja sama dalam memastikan adanya transparansi informasi dan perlindungan investor di sektor masing-masing.
Dengan koordinasi yang selama ini terbangun baik, tumpang tindih kewenangan pun dapat dihindari.
Contoh Peran OJK dalam Kehidupan Sehari-hari
– Saat anda membuka rekening bank, pastikan bank tersebut telah memperoleh izin dari OJK.
– Ketika membeli produk asuransi, baik konvensional maupun Insurtech, pastikan perusahaan asuransi yang dipilih telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan OJK.
– Saat anda berinvestasi di pasar modal, pastikan kegiatan investasi anda dilindungi oleh regulasi yang dibuat oleh OJK.
– Sebelum mengajukan pinjaman online (pinjol) dan atau KTA, pastikan penyedia jasa pinjol dan KTA telah memiliki izin operasi dari OJK.
Penutup
OJK itu apa sih? OJK itu seperti ‘Polisi Keuangan’. Dengan eksistensinya, sistem keuangan di Indonesia mestinya dapat berjalan lebih baik, teratur, stabil, mendukung laju pertumbuhan ekonomi, mencegah krisis keuangan, dan melindungi kepentingan konsumen serta masyarakat pengguna jasa keuangan. Singkatnya, Mengatur, Menjaga, dan Melindungi adalah peran utama dan vital OJK bagi kepentingan masyarakat, lembaga keuangan, dan negara.
Disclaimer: Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan pinjaman, membeli, atau menjual produk tertentu. Always do your own research!
Selanjutnya, semua keputusan user mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas tindakan tersebut. Seluruh risiko keputusan bukan merupakan tanggung jawab SEUNTUNG.COM melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing user.


